Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Peninggalan Zaman Mesolitikum (kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche)

Loading...
Loading...
Berikut ini adalah pembahasan tentang zaman mesolitikum yang meliputi pengertian Zaman Mesolithikum, kebudayaan kjokkenmoddinger, Zaman Mezolithikum, ciri ciri Zaman Mesolithikum, peninggalan Zaman Mesolithikum, peta persebaran kebudayaan Zaman Mesolithikum, peninggalan zaman mesolitikum, pengertian zaman mesolitikum, ciri ciri zaman mesolitikum, contoh peninggalan zaman mesolithikum.

Pengertian Zaman Mesolithikum

Mesolithikum berasal dari kata Meso yang artinya tengah dan Lithos yang artinya batu sehingga zaman ini dapat disebut zaman batu tengah. 

Ciri-ciri Zaman Mesolitikum

Ciri kebudayaan Mesolithikum tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Palaeolithikum. Namun pada masa Mesolithikum, manusia yang hidup sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum sangat menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari zaman ini yang disebut dengan kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche.
Gambar: Pebble
Gambar: Pebble

1. Kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Peninggalannya

Kjokkenmoddinger yaitu istilah yang berasal dari bahasa Denmark, yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah. Jadi, Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. 
Kjokkenmoddinger dapat diartikan juga timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah menjadi fosil.

Kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatra, yakni antara Langsa dan Medan. Dari bekas-bekas penemuan tersebut, menunjukkan bahwa manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap.

Contoh Peningalan Kebudayaan Kjokkenmoddinger 

Tahun 1925 Dr. P.V.Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak ditemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper, yakni kapak genggam Palaeolithikum.

Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble atau kapak Sumatra sesuai dengan lokasi penemuannya, yaitu di Pulau Sumatra. Pebble bentuknya dapat dikatakan sudah agak sempurna dan sudah mulai halus.

Bahan untuk membuatnya berasal dari batu kali yang dipecah-pecah. Selain pebble dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan sejenis kapak, tetapi bentuknya pendek seperti setengah lingkaran yang disebut dengan Hache Courte atau kapak pendek.

Di dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan fosil manusia yang berupa tulang belulang, pecahan tengkorak dan gigi. Meskipun tulang-tulang tersebut tidak memberikan gambaran yang lengkap, dari hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa manusia yang hidup pada masa Mesolithikum adalah jenis Homo Sapiens.

2. Kebudayaan Abris sous Roche dan Peninggalannya

Selain Kjokkenmoddinger, ciri lain yang sangat menonjol dari zaman Mesolithikum seperti yang disebut di atas adalah Abris sous Roche. 
Abris Sous Roche adalah gua-gua yang dijadikan tempat tinggal manusia purba pada zaman Mesolithikum dan berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas. 
Penyelidikan pertama pada Abris Sous Roche dilakukan tahun 1928 – 1931 oleh Dr. Van Stein Callenfels di gua Lawa dekat Sampung Ponorogo Jawa Timur.

Contoh Peninggalan Kebudayaan Abris sous Roche

Alat-alat yang ditemukan pada gua tersebut antara lain alat-alat dari batu seperti ujung panah, flakes, batu pipisan, kapak yang sudah diasah yang berasal dari zaman Mesolithikum, serta alat-alat dari tulang dan tanduk rusa.

Corak Kebudayaan Zaman Mesolitikum

Berdasarkan uraian di atas, dapatlah disimpulkan bahwa zaman Mesolithikum sesungguhnya memiliki tiga corak kebudayaan yang terdiri dari:
  1. Kebudayaan pebble atau pebble culture di Sumatra Timur.
  2. Kebudayaan tulang atau bone culture di Sampung Ponorogo.
  3. Kebudayaan flakes atau flakes culture di Toala, Timor dan Rote

Dengan adanya keberadaan manusia jenis Papua Melanosoide di Indonesia sebagai pendukung kebudayaan Mesolithikum, maka para arkeolog melakukan penelitian terhadap penyebaran pebble dan kapak pendek sampai ke daerah Teluk Tonkin, daerah asal bangsa Papua Melanosoide.

Dari hasil penyelidikan tersebut, ditemukan pusat pebble dan kapak pendek yang berasal dari Pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh, di Asia Tenggara.

Namun, di daerah tersebut tidak ditemukan flakes, sedangkan di dalam Abris Sous Roche banyak ditemukan flakes, bahkan di Pulau Luzon Filipina juga ditemukan flakes.

Gambar di bawah ini akan membantu lebih memahami penyebaran kebudayaan Mesolithikum di Indonesia:
Peta jalur penyebaran kebudayaan Mesolithikum.
Gambar: Peta jalur penyebaran kebudayaan Mesolithikum.

Loading...

0 Response to "Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Peninggalan Zaman Mesolitikum (kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche)"

Post a Comment