Derajat Keasaman (pH) Asam, Basa dan Garam serta Alat Pengukur pH

Loading...
Berikut adalah pembahasan tentang derajat keasaman (pH) yang meliputi pengertian derajat keasaman, alat untuk mengukur derajat keasaman.

Pengertian Derajat Keasaman (pH)

Apakah yang dimaksud dengan derjat keasaman?
pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut.

Alat Pengukur pH

pH Meter adalah alat pengukur keasaman atau kebasaan air dengan satuan pH.
pH Meter ideal untuk mengukur kualitas air pada air minum, food processing, kolam renang, rumah sakit, aquarium, rumah, Lab, industri, dan water testing secara umum.

pH adalah tingkat keasaman atau kebasaan yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 sampai 14.
  1. Disebut Asam bila PH 0 sampai 7
  2. Disebut Basa bila PH 7 sampai 14
  3. Air murni mempunyai nilai PH 7 (Netral/Garam)
  4. Jus jeruk dan air aki mempunyai nilai PH antara 0 sampai 7 (sifat Asam)
  5. Air laut dan cairan pemutih mempunyai nilai PH antara 7 –sampai 14 ( sifat Basa)
  6. PH air minum ideal menurut standar Departemen Kesehatan RI adalah berkisar antara 6,5 sampai 8,5
pH Meter
Gambar: pH Meter

Cara Kerja pH meter

Cara kerja PH meter ini adalah mencelupkan kedalam air yang akan diukur (kira-kira kedalaman 5cm) selama 3-5 menit sampai angka stabil, dan secara otomatis alat bekerja mengukur.

Skala Keasaman dan Kebasaan

Seperti yang telah kamu pelajari di depan bahwa untuk mengidentifikasi asam, basa atau garam dapat digunakan indikator (indikator alami dan indikator buatan). Adapun untuk mengetahui tingkat keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat diketahui dari nilai pH (power of hydrogen).

Tingkat pH berkisar antara 0 sampai 14. Nilai 7 menunjukkan suatu zat bersifat netral (tidak asam dan tidak basa). Suatu senyawa dikatakan bersifat asam jika mempunyai nilai pH yang lebih kecil daripada 7. Senyawa basa mempunyai nilai pH yang lebih besar daripada 7.

Perhatikan skala pH dan warna standar yang ditunjukkan oleh indikator pada Gambar berikut.
Skala pH dan warna yang ditunjukkan oleh kertas indikator. Bandingkan warna pada kertas indikator dengan warna standar pada wadah untuk mengetahui pH larutan.
Gambar: Skala pH dan warna yang ditunjukkan oleh kertas indikator.
Bandingkan warna pada kertas indikator dengan warna standar pada wadah untuk mengetahui pH larutan.

Jika ujung kertas indikator kamu masukkan ke dalam suatu larutan, tiga jenis indikator asam-basa pada kertas itu akan berubah warna. Untuk mengetahui pH-nya, bandingkan ketiga warna pada kertas dengan warna standar pada wadah.

Derajat keasaman suatu senyawa berbeda-beda. Ada yang bersifat asam kuat dan ada pula yang bersifat asam lemah. Semakin kecil nilai pH atau semakin mendekati skala nol, maka tingkat keasamannya semakin kuat.

Sebaliknya, jika nilai pH semakin besar atau mendekati skala 7, maka tingkat keasamannya semakin lemah. Contoh, jika asam cuka (CH3COOH) mempunyai pH = 3 dan jus jeruk mempunyai pH = 4 maka asam cuka mempunyai keasaman yang lebih kuat daripada jus jeruk.

Begitu juga dengan basa, semakin besar nilai pH atau semakin mendekati nilai 14 maka tingkat kebasaannya semakin kuat. Sebaliknya, jika nilai pH semakin kecil atau semakin mendekati nilai 7 maka tingkat kebasaannya semakin lemah.

Contoh, jika natrium hidroksida (NaOH) mempunyai nilai pH = 13, sedangkan pasta gigi mempunyai pH = 8 maka natrium hidroksida (NaOH) mempunyai kebasaan yang lebih kuat daripada pasta gigi.

0 Response to "Derajat Keasaman (pH) Asam, Basa dan Garam serta Alat Pengukur pH"

Post a Comment